Tampilkan postingan dengan label Sosbud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosbud. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Juli 2014

Zakat; Orang Kaya Yang Riya dan Mualaf

courtesy : tribunnnews

Lebaran Idul Fitri tahun merupakan lebaran ketiga bagi istriku yang Mualaf. Dan inipun yang ketiga kalinya istriku tak menerima Zakat yang menjadi haknya, karena sesuai syariat Mualaf merupakan satu dari delapan golongan yang berhak menerima Zakat dari para pembayar Zakat.

Aku sebenarnya tak mempermasalahkan apakah istriku dapat pemberian Zakat ataupun tidak. Karena aku merasa masih sanggup menafkahi istriku. Justru aku lah yang mengeluarkan Zakat Fitrah untuk istriku yang Mualaf tersebut, sebab ia menjadi tanggung jawabku.

Hanya saja aku sangat menyesalkan orang-orang yang berkepentingan dalam mengumpulkan dan kemudian membagikan Zakat; tidak jeli dalam melaksanakan tugasnya. Mereka, para Amil tampaknya cuma terfokus pada 2 golongan penerima Zakat; yakni Fakir dan Miskin, dengan mengabaikan golongan lainnya; Mualaf, Fisabilillah, Gharim, Ibnu Sabil, dan Budak (yang terakhir bisa saja dihapus dari penerima Zakat).

Dalam hal Zakat ini selain beberapa golongan penerima Zakat terlewatkan atau lebih tepatnya terlupakan, tampaknya masih banyak orang kaya yang wajib bayar Zakat namun enggan menyerahkannya ke para pengumpul Zakat (Amilin).

Para orang kaya dari kalangan Islam kebanyakan masih suka mengeluarkan Zakat dengan cara ‘riya’, mengundang khalayak ramai untuk nengunjungi rumah kediaman mereka. Para orang kaya itu tampaknya senang menikmati pemandangan para khalayak antri berdesakan layaknya kerumunan para pengemis, mengharapkan bisa mendapatkan Zakat.

Beberapa hari menjelang lebaran, di kota kami ramai warga berbondong mendatangi rumah kediaman seorang pengusaha kaya yang ingin berbagi Zakat. Yang datang kesana ingin mendapatkan pemberian Zakat dari pengusaha itu, tidak saja warga miskin, tapi juga warga yang tergolong mampu.

Karena banyaknya warga yang berdesakan, kabar yang kudapat dari para warga yang kesana adalah; jatuh beberapa korban akibat berdesakan untuk memperoleh selembar 50 ribuan, tragis.

Sudah banyak contoh kejadian dimana jatuh korban akibat berdesakan ingin memperoleh Zakat, tak dijadikan contoh pengalaman bagi para orang kaya yang ‘riya’ itu.

Berselang beberapa hari kemudian, kembali di kota kami belasan ribu warga menyerbu ke tempat seorang pengusaha lokal yang sangat kaya. Kali ini warga yang datang kesana tergiur oleh pembagian Sembako disertai dengan uang.

Lalulintas pun menjadi macet ke arah yang menuju pembagian Sembako dan uang itu.

Kabar yang kudapat dari warga yang sempat kesana adalah; tak sedikit warga yang pingsan disebabkan saling berdesakan.

Sungguh sangat disayangkan masih tetap ada para orang kaya yang seperti itu. Kenapa mereka tak menyerahkannya langsung kepada yang berhak jika niatnya mengeluarkan Zakat ? Atau jika tak ingin direpotkan, bisa menyerahkannya ke Amil, atau ke BAZIS (?)


KPAI, Wilker Cuma di Jabodetabek?


Pagi ini saya menonton berita telepisi, baru mengetahui ternyata Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memiliki wilayah kerja hanya di Jabodetabek; Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Terlalu sekali ! Apa mereka pikir cuma anak di 5 wilayah itu saja yang membutuhkan perlindungan ?
Pakai nama KPAI pula. Mestinya bila sudah menggunakan nama “Indonesia”, berarti secara nasional dengan ruang lingkup dan wilayah kerja di seluruh negeri.


Menurut pemberitaan pihak KPAI akan mengajukan presisi Undang Undang agar cakupan wilayah kerja lebih luas. Hal tersebuf menyusul terkuak dan meningkatnya tindakan kekerasan seksual terhadap anak. Diperkiran terdapat 1.000 lebih kasus kekerasan terhadap anak, ini yang diketahui. Sementara itu korban kekerasan seksual oleh Pelaku AS alias Emon terus bertambah, kini mencapai angka 118 anak.

Menyimak pemberitaan media akhir-akhir ini terkait tindak kekerasan dan seksual terhadap anak, miris dan memperihatinkan. Tindak kekerasan terhadap anak kiranya tak cuma dilakukan oleh orang dewasa, tapi juga terdapat yang dilakukan oleh sesama anak. Gejala apa ini ? Apakah ada kaitannya dengan tayangan media massa secara audio visual yang kurang dan tidak mendidik ?
Mungkin ada korelasi antara keduanya. Maka pihak KPAI jangan dibiarkan berkerja sendirian, ia mesti bergandeng tangan pula dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang memiliki perpanjangan hingga ke daerah. Tapi sebelum itu KPAI sendiri mesti menjadi nasional dulu.



Keturunan Muhammad bin Abdullah, Adakah ?


Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS: Al-Ahzab Ayat: 40)

Tafsir dari ayat Alqur’an di atas secara gamblang dan jelas menyatakan tentang Muhammad SAW yang bukan bapak atau ayah dari seorang lelaki. Ini artinya Muhammad SAW, sebagai seorang manusia biasa; bukanlah seorang yang menurunkan keturunan langsung secara patrilineal, garis keturunan dari pihak bapak atau ayah.

Keterangan beberapa catatan sejarah; dari 12 wanita yang dinikahi Muhammad SAW, hanya Khadijah binti Khuwalid dan Mariatul Qibtiyah yang memberi keturunan. Pernikahan Muhammad SAW dengan Khadijah dikaruniai 7 anak, diantaranya 3 putra; Al Qasim, Abdullah, dan Tayyib yang meninggal dunia sewaktu masih kecil dan 4 putri; Zainab, Ruqayyah, Ummi Kaltsum, dan Fatimah. Sedangkan dari pernikahan beliau dengan Mariatul Qibtiyah dikarunia seorang anak bernama Ibrahim yang meninggal sewaktu masih kecil (18 bulan). Dengan demikian tak seorang pun dari keempat putra (anak lelaki) beliau yang sempat menikah dan menurunkan keturunan.

Adapun Zainab binti Muhammad, putri sulung Beliau dipersunting oleh Abul Ash bin Rabi’. Ruqayyah binti Muhammad sebelumnya dinikahi oleh Utbah bin Abu Lahab, bercerai, kemudian dipersunting oleh Sahabat Utsman bin Affan. Ruqayyah wafat, lalu Utsman mempersunting adik Ruqayyah, yakni Ummi Kaltsum binti Muhammad. Putri bungsu Beliau adalah Fatimah binti Muhammad dipersunting oleh Sahabat Ali bin Abu Thalib yang tak lain sepupu Beliau sendiri, atau paman dari Fatimah.

Islam sebagai agama sekaligus pedoman hidup bagi para pemeluknya menggunakan garis keturunan secara patrilineal atau dari garis bapak atau ayah. Maka sangat jelas Muhammad SAW tak memiliki keturunan yang digariskan dari pihak lelaki. Ini kemudian diperjelas oleh Allah SWT dalam Alqur’an pada Surah Al Ahzab ayat 40 di atas.

Sangatlah mengherankan bila hingga kini masih banyak orang yang mengklaim sebagai keturunan Muhammad SAW, yang mengeksklusifkan diri mereka dengan sebutan atau gelar tertentu. Bahkan kelompok tersebut menganggap diri mereka memiliki derajat lebih tinggi dari siapapun. Mereka berlindung dibalik argumen bahwa Fatimah binti Muhammad merupakan pengganti sebagai anak lelaki (putra) Muhammad SAW.


Sisi Buruk Kisah Romeo dan Julia


Kisah Romeo dan Juliet merupakan kisah roman percintaan yang menjadi karya masterpiece dari William Shakespeare. Kisah ini sangat terkenal ke seantero dunia. Meski terdapat beberapa kisah yang mirip dengan ini seperti; Qais dan Laila dari kawasan Timur Tengah, Bandung Bondowoso dan Loro Jongrang dari Tanah Jawa, namun Kisah Romeo dan Juliet paling terkenal.

Karya masterpiece dari William Shakespeare ini telah sukses diadaptasi ke dalam beberapa bentuk karya seperti; drama, musikal, film, dan opera, bahkan syair lagu yang terinspirasi dari kisah tersebut.

Cerita tersebut berlatar belakang dari dua keluarga terpandang yang saling bermusuhan sejak lama. Romeo yang berasal dari Keluarga Montague mencintai Julia yang berasal dari Keluarga Capulet.
Mulanya Romeo jatuh hati kepada Rosaline yang berasal dari Keluarga Capulet. Pada sebuah pesta yang diadakan oleh Keluarga Capulet, dimana Romeo ikut hadir sebagai tamu tak diundang dengan menyamar, perhatian Romeo berpindah ke penampilan Julia yang sangat mempesonanya. Romeo jatuh cinta kepada Julia pada pandangan pertama. Menurut cerita Julia kala itu berumur 13 tahun, sedangkan Romeo berusia 15 tahun.


Baik Romeo maupun Julia saling mengagumi satu sama lain. Namun keduanya harus kecewa dikarenakan keluarga nereka saling bermusuhan. Kondisi keluarga mereka tersebut tak menghalangi keduanya untuk bersatu meski mendapat ancaman dan kekerasan dari keluarga masing-masing.

Dengan bantuan teman Romeo, yaitu Frater Lawrence, mereka menikah secara diam-diam. Sayangnya di tengah kebahagiaan tersebut, salah seorang sahabat Romeo meninggal ditangan sepupu Julia, Tybalt. Romeo yang awalnya tidak lagi menyimpan dendam untuk keluarga Capulet, akhirnya membalas dengan membunuh Tybalt.

Pembalasan dendam atas sahabatnya itu oleh Romeo memperbesar api permusuhan antara Capulet dan Montague. Ayah Julia yang tidak mengetahui pernikahan putrinya, memutuskan untuk menikahkan Julia dengan seorang pemuda bernama Paris.
Cinta yang ditentang oleh keluarganya membuat Julia putus asa. Ia pun berkonsultasi dan membuat rencana dengan Frater Lawrence.


Saran Frater Lawrence kepada Julia agar ia berpura-pura menyetujui pernikahan yang diatur ayahnya. Namun ketika pagi hari menjelang pernikahan, dia harus minum ramuan yang akan membuatnya tampak seperti sudah meninggal, karenanya ia dimasukkan ke dalam lemari besi penguburan Keluarga Capulet. Selanjutnya Frater pun akan mengirimkan Romeo untuk menyelamatkannya.

Romeo yang sudah menjadi suami Julia karena pernikahan diam-diam, mengetahui kabar istrinya telah meninggal dari orang lain tanpa mengetahui rencana yang telah diatur oleh Frater Lawrence dan Julia.
Hati Romeo pun hancur. Ia pun pergi untuk melihat Julia buat terakhir kalinya. Disana Romeo dihadang oleh Paris, mereka pun berduel yang mengakibatkan Paris terbunuh di tangan Romeo.


Menyaksikan tubuh Julia yang terbaring seperti mayat, Roneo menelan racun yang dibelinya lalu mati seketika.
Julia yang sebenarnya tidak mati pun terbangun dengan sebuah harapan kosong. Ia justru melihat tubuh suaminya yang sudah tak bernyawa. Merasa tak lagi memiliki harapan untuk hidup, Julia mengambil belati Romeo dan membunuh dirinya dengan benda tersebut.


Sebuah kisah percintaan yang sangat mengharu biru, menguras emosi, dan berakhir dengan tragis.

Terdapat beberapa hal yang tak pantas ditiru dari kisah percintaan antara Romeo dan Julia ini, antara lain;
-Percintaan kedua insan berlainan jenis tersebut tak ubahnya cinta monyet, cinta anak ingusan; pria berusia 15 tahun, wanitanya 13 tahun.
-Romeo yang sangat mudah berpindah ke lain hati disebabkan Julia lebih mempesona daripada Rosaline.
-Menikah secara ilegal, tanpa adanya persetujuan dari wali nikah, tanpa saksi-saksi kecuali Frater yang menikahkan mereka. Perilaku Frater Lawrence tersebut sangat tidak pantas ditiru oleh siapa saja yang berstatus tokoh agama.
-Romeo yang pendendam, dengan mudahnya membunuh; Tybalt dan Paris.
-Baik Romeo maupun Julia yang tak menggunakan nalar dan akal sehat; bunuh diri yang sangat dilarang oleh agama terutama agama dari rumpun Ibrahimik (Samawi).


Bagi remaja kalangan Islam, kisah percintaan antara Romeo dan Julia tersebut; sama sekali tak ada manfaat yang bisa dipetik, cuma menginspirasi tabiat dan perilaku buruk.